Proyek Literasi Numerasi
Literasi Numerasi Rumah Joglo: Belajar Matematika dari Kearifan Lokal Jawa

MTs Negeri 2 Rembang Hadirkan Pembelajaran Matematika Kontekstual melalui Eksplorasi Rumah Joglo
Matematika tidak hanya hadir dalam bentuk angka, rumus, dan perhitungan di dalam kelas. Berbagai konsep matematika dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pada bangunan tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Hal inilah yang diangkat dalam karya literasi numerasi bertema “Rumah Joglo” oleh peserta didik MTs Negeri 2 Rembang.
Melalui infografis “Literasi Numerasi Rumah Joglo”, peserta didik mencoba menghubungkan pembelajaran matematika dengan budaya lokal, khususnya arsitektur tradisional Jawa. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang mengajak peserta didik untuk mengenali bahwa matematika dapat dipelajari dari lingkungan dan kehidupan di sekitar mereka.
Mengenal Rumah Joglo melalui Literasi
Rumah Joglo merupakan salah satu bentuk rumah tradisional Jawa yang memiliki ciri khas pada struktur bangunan, bentuk atap, tata ruang, serta nilai filosofis yang terkandung di dalamnya.
Melalui kegiatan literasi, peserta didik mempelajari berbagai informasi mengenai Rumah Joglo, mulai dari karakteristik bangunan hingga bagian-bagian yang dapat diamati dan dikaitkan dengan konsep matematika.
Dengan membaca, mengamati, dan mengolah informasi tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang budaya, tetapi juga belajar menyampaikan informasi secara sistematis melalui media infografis.
Menemukan Matematika pada Bangunan Tradisional
Keunikan Rumah Joglo dapat menjadi sumber belajar matematika yang menarik. Bentuk bangunannya memungkinkan peserta didik mengidentifikasi berbagai konsep geometri dan pengukuran.
Dalam infografis yang dibuat, peserta didik mengeksplorasi beberapa konsep seperti luas persegi panjang, luas segitiga, keliling, pengukuran panjang, serta perbandingan ukuran.
Sebagai contoh, bagian dasar Rumah Joglo dapat dimodelkan sebagai persegi panjang sehingga peserta didik dapat menghitung luas dan kelilingnya. Sementara itu, bentuk atap dapat digunakan untuk memahami konsep segitiga, tinggi, dan panjang sisi miring.
Dari kegiatan tersebut, peserta didik belajar bahwa sebuah rumus matematika akan lebih mudah dipahami ketika dikaitkan dengan objek yang nyata dan dapat diamati secara langsung.
Simetri, Pola, dan Keseimbangan
Selain pengukuran, Rumah Joglo juga dapat digunakan untuk mengenalkan konsep simetri. Struktur bangunan yang memiliki keseimbangan antara sisi kanan dan kiri dapat diamati sebagai contoh penerapan prinsip simetri dalam kehidupan nyata.
Ornamen dan motif yang terdapat pada bangunan tradisional juga dapat menjadi sumber pembelajaran mengenai pola dan bilangan. Pola yang tersusun secara berulang mengajarkan peserta didik untuk mengenali keteraturan, menentukan urutan, serta membuat prediksi berdasarkan pola yang ditemukan.
Dengan demikian, satu objek budaya dapat menjadi sumber belajar untuk berbagai konsep matematika.
Matematika yang Dekat dengan Kehidupan
Kegiatan literasi numerasi Rumah Joglo memberikan pengalaman bahwa matematika sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan manusia. Mengukur panjang dan tinggi, menghitung luas, menentukan keliling, mengenali bentuk, mengamati pola, serta memahami keseimbangan merupakan aktivitas yang dapat ditemukan dalam berbagai situasi nyata.
Pembelajaran seperti ini juga mendorong peserta didik untuk tidak hanya menghafal rumus, tetapi memahami mengapa dan kapan sebuah konsep matematika digunakan.
Melalui proses mengamati, menghitung, membandingkan, dan menyimpulkan, peserta didik dilatih untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, logis, teliti, dan kreatif.
Belajar Matematika, Mencintai Budaya
Yang tidak kalah penting, kegiatan ini mengajarkan bahwa pembelajaran matematika dapat berjalan beriringan dengan upaya mengenalkan dan melestarikan budaya bangsa.
Rumah Joglo bukan sekadar bangunan tradisional, tetapi juga menyimpan nilai pengetahuan, keteraturan, keseimbangan, estetika, dan kearifan lokal. Ketika peserta didik mempelajari matematika melalui Rumah Joglo, mereka sekaligus diajak untuk mengenal, menghargai, dan mencintai warisan budaya Indonesia.
Melalui pendekatan tersebut, literasi dan numerasi menjadi lebih bermakna, kontekstual, dan menyenangkan.
“Kenali budaya, pahami angka, cintai negeri.”
Karya ini menjadi bukti bahwa pembelajaran dapat dimulai dari apa yang dekat dengan peserta didik. Dari sebuah Rumah Joglo, mereka dapat belajar tentang bentuk, ukuran, pola, simetri, perhitungan, sekaligus memahami pentingnya menjaga budaya bangsa.
Identitas Peneliti
Pembimbing:
Sehono, S.Pd.
Anggota:
- Munna Fathma Annabawiyah
- Fitriani Nafa Aulia Syifak
- Naira Malicha
- Kaisatul Aqliya
- Salsabila Mayzatun Aisha
Tema Karya:
Literasi Numerasi Rumah Joglo: Penerapan Matematika dalam Kehidupan dan Kearifan Lokal
Satuan Pendidikan:
MTs Negeri 2 Rembang
Referensi
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Buku Matematika SMP/MTs Kurikulum Merdeka.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Sumber pembelajaran dan kebudayaan Indonesia.
- Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Informasi mengenai arsitektur dan warisan budaya Nusantara.
- Sumber literasi mengenai Rumah Joglo dan arsitektur tradisional Jawa.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Gerakan Ekoteologi
Satu Pohon, Sejuta Makna: Gerakan Ekoteologi Kolaboratif Hadir di Desa Dadapan Semangat menjaga alam sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan melalui kegiatan
Proyek Literasi Numerasi
Ular Tangga Matematika: Belajar, Bermain, dan Berhitung Mengubah Permainan Tradisional Menjadi Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan Belajar matematika tidak selalu harus
Ekoteologi
MTs Negeri 2 Rembang Serahkan Bantuan Bibit Tanaman untuk Gerakan Ekoteologi Kolaboratif di Desa Dadapan Semangat kepedulian terhadap lingkungan terus diwujudkan oleh MTs Negeri 2 Re
Proyek Literasi Numerasi
Dari Secangkir Wedang Jahe, Belajar Literasi dan Numerasi dalam Kehidupan Sehari-hari MTs Negeri 2 Rembang Hadirkan Pembelajaran Matematika yang Kontekstual melalui Kegiatan Membuat We
Proyek Literasi Numerasi
Etnomatematika dalam Tumpeng: Menggali Matematika dari Kearifan Budaya Etnomatematika dalam Tumpeng merupakan kegiatan literasi dan numerasi yang mengajak peserta didik mengenali kon
Proyek Literasi Numerasi
Etnomatematika pada Engklek: Belajar Matematika Melalui Permainan Tradisional MTs Negeri 2 Rembang terus berinovasi menghadirkan pembelajaran yang bermakna melalui
HUT Kemerdekaan RI Ke 81
MTs Negeri 2 Rembang Raih Tiga Prestasi dalam Lomba Gerak Jalan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Semangat perjuangan, kekompakan, dan sportivitas ditunjukkan keluarga besar MTs Negeri 2 Remb
Hari Anak Nasional
Peringati Hari Anak Nasional 2026, MTs Negeri 2 Rembang Gelar Upacara Bendera dan Teguhkan Komitmen Wujudkan Madrasah Ramah Anak Rembang – Dalam rangka memperingati Hari Anak N
Hari Anak Nasional 2026
Semarak Hari Anak Nasional, MTs Negeri 2 Rembang Gelar Lomba Cipta Puisi dan Koor Lagu Dolanan Jawa Rembang – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di MTs Negeri 2 Rem
Literasi Baca Tulis
Guru dan Siswa MTs Negeri 2 Rembang Baca Puisi Karya Sendiri, Hidupkan Semangat Literasi Melalui Antologi "Anyaman Kata dalam Kebhinekaan" Rembang – Semangat literasi terus tum