Proyek Literasi Numerasi
Dari Secangkir Wedang Jahe, Belajar Literasi dan Numerasi dalam Kehidupan Sehari-hari
MTs Negeri 2 Rembang Hadirkan Pembelajaran Matematika yang Kontekstual melalui Kegiatan Membuat Wedang Jahe

Matematika sering kali dianggap sebagai mata pelajaran yang identik dengan angka, rumus, dan perhitungan. Namun, sesungguhnya matematika hadir sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal inilah yang coba dihadirkan dalam kegiatan pembelajaran literasi dan numerasi melalui pembuatan wedang jahe di MTs Negeri 2 Rembang.
Kegiatan ini mengajak peserta didik untuk melihat bahwa konsep matematika tidak hanya dapat ditemukan di dalam buku atau soal latihan, tetapi juga dalam berbagai aktivitas sederhana yang mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan membuat wedang jahe, peserta didik belajar membaca dan memahami informasi, mengenali bahan, mengikuti tahapan pembuatan, sekaligus menerapkan berbagai konsep numerasi.
Membaca, Memahami, dan Mengolah Informasi
Pada aspek literasi, peserta didik diajak membaca resep dan memahami informasi yang terdapat di dalamnya. Mereka mengenali bahan-bahan yang digunakan, memahami takaran, serta mengikuti langkah-langkah pembuatan wedang jahe secara berurutan.
Aktivitas tersebut melatih kemampuan peserta didik dalam membaca, memahami informasi, mengikuti instruksi, dan mengomunikasikan kembali apa yang telah dipelajari.
Literasi dalam kegiatan ini tidak berhenti pada kemampuan membaca teks, tetapi berkembang menjadi kemampuan memahami makna dan menggunakan informasi untuk menyelesaikan suatu kegiatan nyata.
Matematika Hadir dalam Setiap Takaran
Sementara itu, aspek numerasi diterapkan melalui berbagai kegiatan perhitungan. Peserta didik belajar menentukan jumlah bahan yang diperlukan, membandingkan takaran, melakukan konversi satuan, serta menghitung kebutuhan bahan apabila jumlah porsi ditambah.
Sebagai contoh, jika 50 gram jahe digunakan untuk membuat dua gelas wedang jahe, peserta didik dapat menghitung kebutuhan jahe untuk jumlah gelas yang lebih banyak. Dari aktivitas sederhana tersebut, mereka belajar mengenai perbandingan dan proporsi.
Peserta didik juga dapat menerapkan konsep konversi satuan, seperti mengubah satuan mililiter ke liter. Selain itu, perhitungan harga bahan mengajarkan mereka menggunakan operasi hitung untuk mengetahui total biaya pembuatan dan perkiraan biaya setiap porsi.
Dengan demikian, peserta didik dapat memahami bahwa matematika memiliki fungsi nyata dalam kehidupan.
Belajar Matematika Sekaligus Mengenal Kearifan Lokal
Wedang jahe dipilih bukan hanya karena mudah ditemukan dan dekat dengan kehidupan masyarakat, tetapi juga karena merupakan bagian dari kekayaan kuliner dan tradisi masyarakat Indonesia.
Melalui kegiatan ini, pembelajaran matematika sekaligus menjadi sarana untuk mengenalkan kearifan lokal dan budaya hidup sehat. Peserta didik diajak menghargai bahan-bahan alami yang ada di lingkungan sekitar serta memahami bahwa warisan budaya dapat menjadi sumber belajar yang menarik.
Pembelajaran seperti ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual, bermakna, dan menyenangkan.
Dari Kehidupan Nyata Menuju Pemahaman Matematika
Kegiatan membuat wedang jahe menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar peserta didik.
Mengukur, membandingkan, menghitung, memperkirakan, dan mengambil keputusan merupakan bagian dari aktivitas matematika yang sebenarnya dilakukan manusia setiap hari.
Melalui pengalaman tersebut, peserta didik tidak hanya belajar mendapatkan jawaban, tetapi juga belajar berpikir logis, teliti, kritis, kreatif, dan bertanggung jawab terhadap proses yang mereka lakukan.
Pada akhirnya, secangkir wedang jahe bukan sekadar minuman. Di dalam proses pembuatannya terdapat pengalaman belajar yang menggabungkan literasi, numerasi, keterampilan hidup, dan kecintaan terhadap budaya lokal.
“Matematika tidak selalu berada di dalam buku. Matematika hadir dalam kehidupan, bahkan dapat kita temukan dalam secangkir wedang jahe.”
Peneliti
Pembimbing:
Novi Luthfiana, S.Pd.
Anggota:
- Nila Dwi Nur Jayanti
- Awwalia Ayatul Khusna
- Naifa Kayyisa Aiko
- Hanan Zaida Sachiko
- Ernia Lidiya Sari
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Gerakan Ekoteologi
Satu Pohon, Sejuta Makna: Gerakan Ekoteologi Kolaboratif Hadir di Desa Dadapan Semangat menjaga alam sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan melalui kegiatan
Proyek Literasi Numerasi
Ular Tangga Matematika: Belajar, Bermain, dan Berhitung Mengubah Permainan Tradisional Menjadi Media Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan Belajar matematika tidak selalu harus
Proyek Literasi Numerasi
Literasi Numerasi Rumah Joglo: Belajar Matematika dari Kearifan Lokal Jawa MTs Negeri 2 Rembang Hadirkan Pembelajaran Matematika Kontekstual melalui Eksplorasi Rumah Joglo Matematik
Ekoteologi
MTs Negeri 2 Rembang Serahkan Bantuan Bibit Tanaman untuk Gerakan Ekoteologi Kolaboratif di Desa Dadapan Semangat kepedulian terhadap lingkungan terus diwujudkan oleh MTs Negeri 2 Re
Proyek Literasi Numerasi
Etnomatematika dalam Tumpeng: Menggali Matematika dari Kearifan Budaya Etnomatematika dalam Tumpeng merupakan kegiatan literasi dan numerasi yang mengajak peserta didik mengenali kon
Proyek Literasi Numerasi
Etnomatematika pada Engklek: Belajar Matematika Melalui Permainan Tradisional MTs Negeri 2 Rembang terus berinovasi menghadirkan pembelajaran yang bermakna melalui
HUT Kemerdekaan RI Ke 81
MTs Negeri 2 Rembang Raih Tiga Prestasi dalam Lomba Gerak Jalan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Semangat perjuangan, kekompakan, dan sportivitas ditunjukkan keluarga besar MTs Negeri 2 Remb
Hari Anak Nasional
Peringati Hari Anak Nasional 2026, MTs Negeri 2 Rembang Gelar Upacara Bendera dan Teguhkan Komitmen Wujudkan Madrasah Ramah Anak Rembang – Dalam rangka memperingati Hari Anak N
Hari Anak Nasional 2026
Semarak Hari Anak Nasional, MTs Negeri 2 Rembang Gelar Lomba Cipta Puisi dan Koor Lagu Dolanan Jawa Rembang – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di MTs Negeri 2 Rem
Literasi Baca Tulis
Guru dan Siswa MTs Negeri 2 Rembang Baca Puisi Karya Sendiri, Hidupkan Semangat Literasi Melalui Antologi "Anyaman Kata dalam Kebhinekaan" Rembang – Semangat literasi terus tum