Perangkat Kurikulum Merdeka
Fahami Fase dalam Kurikulum Merdeka
Unduh TP, CP, ATP dan Modul Ajar

Kurikulum Merdeka ini, pemerintah membentuk sistem fase capaian pembelajaran untuk memetakan tingkat kemampuan setiap peserta didik. Konsep ini mengedepankan kebebasan setiap peserta didik untuk mengatur sendiri pilihan belajar mereka. Mengingat, kemampuan setiap peserta didik berbeda-beda. Dalam hal ini, guru berperan sebagai penggerak agar para peserta didik bisa terus semangat dan termotivasi untuk mengembangkan kemampuan dan keahliannya tanpa ada paksaan. Lalu, apa saja fase yang ada di Kurikulum Merdeka?
Capaian Pembelajaran
Sebelum membahas fase pada Kurikulum Merdeka, maka kita harus memahami betul apa itu capaian pembelajaran. Hal itu karena capaian pembelajaran (CP) merupakan kompetensi akhir dari pembelajaran di setiap fase. Artinya, setiap fase memiliki capaian pembelajaran yang berbeda-beda.
Capaian pembelajaran adalah kompetensi pembelajaran yang harus dicapai oleh peserta didik di setiap tingkat pendidikan, baik pendidikan dasar maupun pendidikan menengah. Pada penerapannya, capaian pembelajaran ditulis dalam bentuk paragraf. Di dalamnya memuat kompetensi, keterampilan, dan pengetahuan sebagai satu kesatuan yang saling berhubungan.
Fase Capaian Pembelajaran
Fase Pondasi
Fase Pondasi adalah fase yang diperuntukkan bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Capaian pembelajaran pada fase ini lebih difokuskan pada capaian perkembangan. Fase ini tidak berbasis mata pelajaran, namun lebih mengarah pada integrasi enam aspek, yaitu perkembangan kognitif, sosial, emosi, fisik, motorik, dan seni. Lingkup capaian pembelajaran di fase Pondasi ini memuat tiga elemen stimulasi yang menggabungkan lima aspek perkembangan anak dan bidang lain yang bisa mendukung tumbuh kembang anak sesuai tuntutan pendidikan abad ke-21. Adapun tiga elemen stimulasi yang dimaksud adalah sebagai berikut: (1). Nilai agama dan budi pekerti. Elemen ini mencakup nilai agama dan akhlak yang baik. Nilai agama merupakan nilai dasar yang harus ditanamkan sejak dini sebagai upaya untuk membentuk budi pekerti yang baik. (2). Jati diri. Jati diri berkaitan dengan identitas diri sebagai seorang individu dan identitas bangsa sebagai warga negara. Sejak dini, anak sudah harus dikenalkan dengan identitas diri dan bangsanya, yaitu berlandaskan pada Pancasila. Agar kelak anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. (3). Literasi dan sains Kemampuan literasi dan analisis sains harus ditumbuhkan sejak anak mulai mengenal huruf dan angka.
Fase A Kurikulum Merdeka
Fase A adalah fase yang diperuntukkan bagi Pendidikan Sekolah Dasar atau sederajat kelas 1 dan 2. Secara substansi, fase A ini berbeda dengan fase Pondasi. Jika pembelajaran pada fase Pondasi belum berbasis mata pelajaran, maka pembelajaran pada fase A sudah berbasis mata pelajaran namun masih bersifat tematik.
Fase B Kurikulum Merdeka
Fase B adalah fase yang diperuntukkan bagi Pendidikan Sekolah Dasar atau sederajat kelas 3 dan 4. Itu artinya, semua siswa yang berada di kelas 3 dan 4 berada pada fase yang sama.
Fase C Kurikulum Merdeka
Fase C adalah fase yang diperuntukkan bagi Pendidikan Sekolah Dasar atau sederajat kelas 5 dan 6. Dengan adanya fase semacam ini, setiap guru tidak bisa memaksakan peserta didik untuk memahami kompetensi yang belum dikuasainya.
Fase D Kurikulum Merdeka
Fase D Kurikulum Merdeka ini berlaku untuk kelas 7, 8, dan 9. Namun demikian, struktur kurikulum serta beban belajar dibagi ke dalam 2 kelompok, yaitu kelompok kelas 7-8 serta kelompok kelas 9. Kedua kelompok memiliki mata pelajaran yang sama, hanya saja alokasi waktu beberapa mata pelajarannya berbeda. Misalnya, pada kelas 7 dan 8 alokasi waktu untuk IPA adalah 144 JP pertahun, sedangkan kelas 9 hanya 128 JP pertahun.
Fase E Kurikulum Merdeka
Fase E Kurikulum Merdeka adalah fase yang diperuntukkan bagi kelas 10, baik di tingkat SMA, SMK, atau sederajat. Di fase ini, peserta didik dituntut untuk bisa mengenali potensi serta bakatnya sebelum masuk ke tingkat kelas yang lebih tinggi. Hal itu ditunjukkan dengan kewajiban setiap peserta didik untuk memilih minimal satu mata pelajaran Seni dan Prakarya.
Fase F Kurikulum Merdeka
Fase F Kurikulum Merdeka adalah fase yang diperuntukkan bagi kelas 11 dan 12, baik di tingkat SMA, SMK, atau sederajat. Di fase ini, peserta didik bisa memilih mata pelajaran yang disukai, sesuai dengan minat dan bakatnya. Adapun kelompok mata pelajaran yang bisa dipilih meliputi kelompok mata pelajaran umum, kelompok MIPA, kelompok IPS, kelompok Bahasa dan Budaya, dan kelompok Vokasi dan Prakarya.
Berikut struktur kurikulum untuk tingkat MTs/SMP KLIK
Nah, saatnya kita menyusun perangkat mengajar guru untuk mempersiapkan diri menyambut Tahun Pelajaran Baru 2023/2024. Silahkan Bapak/Ibu yang menginginkan perangkat ajar dapat di pilih disini.
-
Tujuan Pembelajaran (TP) Semua Fase KLIK DISINI
-
Capaian Pembelajaran (CP) Semua Fase KLIK DISINI
-
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Semua Fase KLIK DISINI
-
Modul Pembelajaran Semua Fase KLIK DISINI
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Berita Madrasah: Kegiatan Keagamaan
MTs Negeri 2 Rembang Peringati Isro' Mi'roj Nabi Muhammad SAW MTs Negeri 2 Rembang, Kamis (15/1) - MTs Negeri 2 Rembang melaksanakan Peringatan Isro' Mi'roj Nabi Muhammad SAW denga
Berita Kunjungan Kepala Madrasah
MTs Negeri 2 Rembang Jalin Komunikasi Lintas Sektoral MTs Negeri 2 Rembang, Rabu (14/1) - Kepala MTs Negeri 2 Rembang, Ulinnuha, didampingi Kepala Tata Usaha Suryo Hadi Broto dan Wak
Berita Madrasah
Hujan Tak Reda, Peserta Didik MTs Negeri 2 Rembang Tetap Semangat Belajar Kabupaten Rembang, 12 Januari 2026 - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Rembang sejak Jumat (9/1/26) tid
Berita HAB Kemenag ke 80
Jalan Santai Kerukunan Umat Beragama, Bupati Rembang Lepas Peserta di Alun-Alun Rembang MTs n 2 Rembang - Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti Kementerian Agama (Kemenag) Ke-8
Karya Guru: Ulinnuha #7
**Bab 5 Mendengar Lebih Penting daripada Menasihati** Tentang menjadi guru sekaligus manusia Ulinnuha, S.Fil.I NIP. 197611182006041005 Dalam dunia pendidikan, guru sering d
Karya Guru: Ulinnuha #6
**Bab 4 Keteladanan yang Tidak Pernah Ditulis** Pelajaran tanpa papan tulis Ulinnuha, S.Fil.I NIP. 197611182006041005 Tidak semua pelajaran tercantum dalam buku ajar. Tidak
Karya Guru Ulinnuha #5
**Bab 3 Hal-Hal Kecil yang Sering Diremehkan** (Sapaan, senyum, dan hadir sepenuh hati) Ulinnuha, S.Fil.I NIP. 197611182006041005 Dalam keseharian di sekolah, sering kali p
Karya Guru: Ulinnuha #4
Tidak Harus Hebat untuk Berdampak Catatan Kecil dari Ruang Kelas Ulinnuha, S.Fil.I NIP. 197611182006041005 **Bab 2 Guru Biasa dengan Peran yang Luar Biasa** Ketika konsisten
Karya Guru: Ulinnuha #3
Tidak Harus Hebat untuk Berdampak Catatan Kecil dari Ruang Kelas Ulinnuha, S.Fil.I NIP. 197611182006041005 **Bab 1 Ruang Kelas yang Mengajar Balik**Tentang pelajaran yang justru
Karya Guru: Ulinnuha #2
Tidak Harus Hebat untuk Berdampak Catatan Kecil dari Ruang Kelas Ulinnuha, S.Fil.I NIP. 197611182006041005 **Pendahuluan Catatan Kecil yang Ingin Didengar Tulisan ini tidak lahir